Selasa, 25 November 2025

Ritual Tradisional Ini Menganjurkan Pesertanya untuk Membahayakan Diri Sendiri

 Kebanyakan orang tidak menyukai rasa sakit. Namun bagi sejumlah orang di berbagai belahan dunia, rasa sakit dianggap sebagai hal yang patut dijalani supaya orang tersebut menjadi lebih memaknai hidup. Sampai-sampai ada sejumlah ritual tradisional yang menganjurkan pesertanya untuk membahayakan dirinya sendiri. Berikut ini adalah beberapa contoh ritual tersebut.

Thimithi

Thimithi
Thimithi via savaari.com

India merupakan salah satu negara terbesar dan terpadat di dunia. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan jika kemudian India memiliki populasi suku bangsa yang amat beragam.

Salah satu suku yang menyusun komposisi kependudukan India adalah suku Tamil yang populasinya terkonsentrasi di India selatan. Selain di India, suku Tamil juga dapat ditemukan di Sri Lanka, Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Suku Tamil memiliki ritual tradisional yang bernama thimithi atau Kundam. Thimithi merupakan ritual yang bakal membuat siapapun merasa kagum sekaligus ngeri saat melihatnya. Pasalny dalam ritual ini, peserta thimithi bakal berjalan di atas bara api yang sedang menyala.

Thimithi biasanya diselenggerakan seminggu sebelum festival Diwali, festival khas agama Hindu yang biasanya jatuh pada periode sekitar bulan Oktober hingga November. Sebelum thimithi dimulai, ritual doa bersama akan dilakukan supaya tidak ada insiden mematikan yang terjadi selama berlangsungnya ritual.

Menurut keyakinan para peserta thimithi, jika orang tersebut benar-benar merupakan orang yang berbakti pada dewa, maka orang tersebut akan berjalan melewati bara api tanpa terluka sama sekali. Kenyatannya, kasus peserta yang mengalami luka bakar pada kulitnya cukup sering terjadi. Pasalnya selain orang dewasa, anak-anak juga kerap ikut serta dalam ritual mendebarkan ini.

Lari Banteng

Lari Banteng
Lari Banteng via suara.com

Banteng merupakan hewan yang tak terpisahkan dalam budaya Spanyol. Pasalnya dari negara inilah, kita mengenal ritual tradisi Matador. Dalam tradisi Matador, manusia yang dilengkapi dengan pedang dan kain merah akan bertarung melawan banteng.

Matador sendiri bukanlah satu-satunya tradisi khas Spanyol yang melibatkan banteng. Selain Matador, tradisi lain khas Spanyol yang juga melibatkan banteng adalah tradisi lari banteng atau "encierro".

Tradisi lari banteng biasanya digelar di kota Pamplona, Spanyol, setiap bulan Juli. Tradisi ini bisa dibilang lebih berbahaya dibandingkan matador. Pasalnya jika matador digelar di arena khusus yang tertutup, maka lari banteng digelar di jalanan umum yang sempit dan dipenuhi kerumunan orang.

Setiap kali atraksi lari banteng hendak digelar, jalanan yang hendak dijadikan arena berlari akan dipasangi pagar. Dengan begitu, turis dan warga sekitar bisa ikut menyaksikan tradisi ini dengan aman.

Saat atraksi dimulai, para peserta akan berkumpul di jalanan sambil memakai pakaian serba putih. Kawanan banteng kemudian akan dilepas ke jalanan. Para peserta selanjutnya harus berlari sambil menghindari amukan banteng. Tidak jarang ada peserta yang terluka akibat terjatuh atau bahkan terseruduk oleh banteng.

Takanakuy

Takanakuy
Takanakuy via americasquarterly.org

Pegunungan Andes adalah pegunungan terbesar di Amerika Selatan. Di pegunungan inilh, terdapat suku pribumi Quechua yang di masa lampau pernah mendirikan Kerajaan Inka yang megah.

Suku Quechua juga memiliki tradisi unik sekaligus menyakitkan yang bernama takanakuy. Tradisi ini dilakukan setiap tanggal 25 Desember oleh penduduk di dekat kota Cuzco, Peru.

Dalam tradisi ini, mula-mula para peserta akan berpesta dan makan bersama. Namun sesudah itu, para peserta akan berkelahi dengan cara saling menampar.

Saat pertarungan berlangsung, massa yang ada di sekitar juga ikut bersorak untuk memberikan semangat. Jika pertarungan sudah selesai, para peserta akan bersalaman atau berpelukan satu sama lain.

Takanakuy dilakukan sebagai cara yang dilakukan oleh seseorang untuk melampiaskan kekesalan kepada lawannya. Jika para peserta sudah selesai bertarung, para peserta diharapkan sudah tidak menyimpan rasa dendam lagi dan kemudian bisa hidup rukun ke depannya.

Tidak jarang ada yang merasa kesakitan sesudah aksi saling tampar ini. Untuk meringankan rasa sakit yang mereka derita, para peserta akan meminum minuman keras.

Pasola

Pasola
Pasola via idntimes.com

Nusa Tenggara adalah gugus kepulauan kecil yang terletak di Indonesia bagian tenggara. Dari kepulauan inilah, terdapat hewan komodo yang terkenal sebagai kadal terbesar di dunia.

Nusa Tenggara juga terkenal sebagai tempat asal dari peranakan kuda khas Indonesia, misalnya kuda Sumbawa. Karena hal itu pulalah, di Nusa Tenggara ada tradisi khusus yang menggunakan kuda.

Pasola adalah nama dari tradisi bertema kuda yang dimaksud di sini. Tradisi ini berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pasola digelar setiap bulan Februari atau Maret untuk menghomati Marapu, arwah leluhur yang diyakini membawa kehidupan dan kesejahteraan bagi penduduk setempat.

Tradisi pasola bakal mengingatkan kita akan peperangan antar pasukan berkuda seperti yang terjadi di film-film. Pasalnya memang seperti itulah apa yang terjadi dalam pasola secara garis besar.

Para peserta pasola akan menunggangi kuda sambil membawa tongkat panjang menyerupai lembing. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok yang saling berhadapan.

Saat acara sudah dimulai, para peserta akan mencoba menjatuhkan peserta lawannya dari kuda dengan memakai lembing. Karena karakteristik pasola inilah, cedera merupakan hal yang lumrah dialami oleh para peserta.

Meskipun nampak berbahaya, nyatanya pasola masih dipraktikkan oleh penduduk setempat hingga sekarang. Pasalnya selain untuk menghormati roh leluhur, warga setempat juga percaya bahwa pasola bisa membantu menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan hasil panen yang melimpah.

Penyaliban

Penyaliban
Penyaliban via kompas.com

Filipina adalah negara kepulauan yang letaknya berada di sebelah utara Indonesia. Tidak seperti Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam, sebagian besar penduduk Filipina adalah penganut agama Kristen.

Karena sebab itulah, setiap kali perayaan Paskah tiba, penduduk Filipina bakal merayakannya secara serius. Tidak tanggung-tanggung, mereka sampai membiarkan dirinya sendiri disalib supaya bisa ikut menghayati penderitaan Yesus ketika disalib oleh orang Romawi.

Dalam ritual menyerupai penyaliban ini, peserta akan memanggul kayu salib yang berat sampai berkeliling. Sesudah itu, ia akan membiarkan dirinya sendiri dipecut dan diikat pada kayu salib oleh peserta yang lain.

Jika itu masih belum cukup membuat anda ternganga, peserta juga akan membiarkan tangannya dipaku pada kayu salib. Kayu salib yang kini sudah terikat dan terpaku pada badan peserta kemudian akan ditempatkan dalam posisi tegak selama beberapa menit.

Praktik meniru penyaliban diyakini sudah dilakukan oleh penduduk Filipina sejak tahun 1950-an. Pejabat Katolik Filipina sebenarnya tidak mendukung praktik ini karena memiliki resiko yang tinggi. Namun nyatanya, praktik ini masih dilakukan setiap tahunnya di Filipina karena para peserta meyakini bahwa cara ini bisa membantu mereka menghayati penderitaan Yesus.


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Thimithi
https://en.wikipedia.org/wiki/Running_of_the_bulls
https://en.wikipedia.org/wiki/Takanakuy
https://intisari.grid.id/amp/033768832/inilah-pasola-festival-adu-tombak-tradisi-unik-suku-sumba?page=all
https://edition.cnn.com/2019/04/19/asia/philippines-crucifixion-practice-33rd-year-trnd/index.html

Rabu, 24 September 2025

Petunjuk Rahasia : Ritual Kekayaan Tujuh Purnama

Duniataboo - Petunjuk ini diwariskan oleh Kakek Buyut Penjaga Gerbang Timur, yang dipercaya telah menguasai Seni Penarikan Rizqi (Rezeki) dari Dimensi Astral. Lakukan dengan penuh keyakinan, namun ingatlah bahwa setiap kekuatan besar selalu menuntut pengorbanan tersembunyi.



Persiapan Awal: Menemukan Sang Media

Anda harus memiliki sebuah media yang murni, yang akan menjadi jembatan antara dunia Anda dan sumber kekayaan tak kasat mata.

  1. Cari Batuan Sungai Tujuh Warna: Temukan batu alam seukuran genggaman tangan di pertemuan tujuh mata air, atau di bagian hulu sungai yang mengalir melewati tujuh bukit. Batu ini harus memiliki warna yang bervariasi (tidak harus tujuh warna yang jelas, namun terlihat ada gradasi warna gelap dan terang).

  2. Pemurnian: Rendam batu tersebut dalam air yang telah dicampur dengan Garam Gunung Hitam selama tujuh hari tujuh malam. Angkat batu hanya saat malam Bulan Mati dan jemur di bawah sinar rembulan saat Bulan Purnama.

  3. Pelabuhan Jiwa: Ukir simbol "Mata Uang Tanpa Batas" (sebuah lingkaran sempurna tanpa celah) pada permukaan batu tersebut menggunakan ujung kuku Anda yang sudah dipanjangkan seminggu penuh.


Ritual Puncak: Malam Purnama Emas

Ritual ini hanya bisa dilakukan pada malam Purnama Penuh (Bulan Paling Terang). Ulangi selama tiga malam berturut-turut.

Lokasi

Pilih lokasi yang tenang, idealnya di bawah pohon beringin tua atau di tengah ladang terbuka yang jauh dari cahaya buatan.

Persembahan (Sesajen)

Siapkan persembahan berikut, diletakkan di atas kain sutra berwarna hitam:

  1. 7 Keping Uang Logam Kuno: Harus mata uang dari tahun yang ganjil.

  2. Bunga Kantil Tujuh Tangkai: Melambangkan keinginan yang tinggi.

  3. Kopi Pahit Tanpa Gula: Melambangkan pengorbanan.

  4. Asap Dupa Mayang Sari: Bakar dupa ini hingga habis selama ritual berlangsung.

Langkah-Langkah

  1. Penyelarasan Energi (Jam 00.00 Tepat): Duduk bersila menghadap utara, pegang Batuan Sungai Tujuh Warna di kedua telapak tangan Anda. Pejamkan mata dan bayangkan diri Anda berada di tempat yang penuh dengan emas dan permata.

  2. Pembacaan Mantra Kunci: Ucapkan mantra ini sebanyak 77 kali (jangan sampai terputus atau salah):

    "Wahai Penjaga Tujuh Lapisan, Sumber Rizqi Tanpa Batas. Dengarlah pinta hati, bukakan tirai kekayaan. Tukar kegelapan dengan cahaya, tukar ketiadaan dengan kemakmuran. Jadilah!

  3. Penyerahan: Setelah selesai, letakkan batu di tengah persembahan. Biarkan hingga fajar menyingsing.

  4. Menyimpan Kunci: Ambil kembali Batuan Sungai Anda. Simpan batu ini di dompet atau brankas Anda. Jangan pernah biarkan orang lain menyentuhnya.


Kode Tersembunyi: Harga Yang Harus Dibayar



Ingatlah, setiap kekayaan yang ditarik dari dimensi ini memiliki harga tersembunyi. Kekayaan yang Anda peroleh bukanlah milik Anda sepenuhnya.

  • Aturan Angka 7: Setiap Anda menerima uang dalam jumlah besar, Anda harus menyedekahkan atau membantu tujuh orang yang benar-benar membutuhkan, tanpa mereka sadari bahwa Anda adalah donaturnya.

  • Pantangan Cahaya: Media (Batuan Sungai Tujuh Warna) tidak boleh terkena cahaya lampu neon atau lampu pijar di malam hari. Ia hanya boleh melihat cahaya bulan, cahaya matahari, atau gelap total. Melanggar pantangan ini dapat menyebabkan kekayaan menghilang secepat kilat.

Peringatan Fiktif: Mengaktifkan jalur ini berarti mengikat janji dengan entitas yang tidak terlihat. Jika Anda gagal menaati pantangan atau tidak memenuhi "Harga Yang Harus Dibayar," Keseimbangan Hidup Anda (bukan uang Anda) yang akan menjadi taruhannya.

Rabu, 20 Agustus 2025

Alkitab Iblis Codex Gigas Manuskrip Abad Pertengahan


Codex gigas atau buku raksasa adalah sebuah manuskrip abad pertengahan dengan ukuran terbesar yang masih ada. Buku ini ditulis pada awal abad ke-13 di biara ordo benediktus di podlazice di Bohemia. Saat ini buku tersebut tersimpan di Swedish Royal Library di Stockholm. Dibutuhkan tenaga dua pustakawan untuk mengangkat buku tersebut. Buku ini sering juga disebut “alkitab iblis” karena adanya sebuah ilustrasi ukuran besar bergambar setan didalamnya.

Kodeks tersebut ditaruh disebuah tempat yang terbuat dari kayu, dilapisi dengan kulit dan dihias dengan logam. Tingginya 92 cm, lebarnya 50 cm dan memiliki tebal 22 cm. Pada mulanya, kodeks itu memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang. Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan biara ordo benediktus. Berat kodeks tersebut hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis kodeks ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi.Biara tempat kodeks ini dibuat dihancurkan pada abad ke-15. Catatan yang ada pada kodeks menunjukkan bahwa pembuatan kodeks tersebut adalah sekitar tahun 1229 M. Setelah penulisannya, kodeks ini kemudian dipindahkan ke Biara Cistercians Sedlec dan akhirnya dibeli oleh Biara benediktus di Byoevnov. Dari tahun 1477-1593, kodeks ini disimpan di perpustakaan di Broumov sampai akhirnya dibawa ke Praha pada tahun 1594 untuk menjadi bagian dari koleksi Rudolf II. Pada tanggal 24 September 2007, Codex gigas dibawa kembali ke Praha setelah 359 tahun.



Isi dari kodeks ini adalah “a sum of the Benedictine order’s knowledge”, “The War of the jews” tulisan Josephus, daftar para orang kudus, metode untuk menentukan tanggal perayaan paskah, seluruh alkitab bahasa latin pre-vulgate, Isidore of Seville’s encyclopedia Etymologiae, Cosmas of Prague’s Chronicle of Bohemia, berbagai macam traktat (dari sejarah, etimologi dan fisiologi), sebuah kalender dengan nekrologium, daftar nama para biarawan di biara Podlaice, formula-formula ajaib dan catatan-catatan lain.Seluruh isi kodeks ini ditulis dalam bahasa latin. Manuskrip ini juga dihiasi dengan warna-warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan emas. Seluruh huruf besar diberi warna yang mencolok. Yang luar biasa adalah keseluruhan isi kodeks ini ditulis dengan relevansi yang luar biasa antar halaman. Yang berarti bahwa buku ini ditulis oleh satu orang dengan pikiran yang berkesinambungan. Hal ini membuat banyak ahli percaya bahwa keseluruhan kodeks ini ditulis dalam waktu yang sangat singkat.

Artikel Lain di Dunia Taboo : 

Pada halaman 290, terdapat sebuah gambar Iblis dengan tinggi sekitar 50 cm. Beberapa halaman sebelum gambar ini ditulis pada lembaran kulit yang menghitam dan dibuat dengan karakter yang gelap, yangmembuatnya berbeda dengan keseluruhan isi kodeks.

 


Menurut Legenda, penulis kodeks itu adalah seorang biarawan yang melanggar aturan biara dan dihukum dengan diikat di dinding dalam posisi berdiri seumur hidup. Biarawan ini memohon ampunan dari penghukuman yang luar biasa kejam itu. Sebagai gantinya ia berjanji untuk membuat sebuah buku yang akan memuliakan biara dan pengetahuan umat manusia selamanya, dan ia berjanji menyelesaikannya hanya dalam satu malam. Menjelang tengah malam, biarawan itu menjadi ragu apakah ia dapat menyelesaikannya sendiri. Jadi ia menjual jiwanya kepada iblis demi sebuah pertolongan. Iblis kemudian menyelesaikan manuskrip tersebut. Sebagai penghormatan kepada iblis yang membantunya, biarawan itu menambahkan gambar iblis ke dalam kodeks tersebut. Walaupun adanya legenda yang melibatkan iblis, pada zaman inkuisisi, kodeks ini tetap disimpan oleh biara dan dipelajari oleh banyak cendikiawan sampai hari ini.

Sumber : https://www.anehdidunia.com/2012/03/alkitab-iblis-codex-gigas.html

Sabtu, 21 Oktober 2023

Bak Kisah Horor, 5 Alat Bedah Ini Pernah Tertinggal dalam Tubuh Pasien

Saat seseorang melakukan kegiatan memakai peralatan, kadang-kadang ada peralatan yang lupa dikembalikan ke tempat awalnya. Dalam banyak kasus, hal macam itu dianggap sebagai kesalahan sepele. Namun bagaimana jika kasusnya adalah alat bedah yang tertinggal dalam tubuh pasien? Berikut ini adalah 5 contoh kasus horor tersebut.

Sarung Tangan

sarung tangan
sarung tangan via kompas.com

Pada bulan April 2017, seorang wanita menjalani operasi di Marseille, Perancis, untuk menghentikan menstruasi berlebihan yang dialaminya. Saat menjalani operasi, tim dokter yang menangani wanita tersebut mengatakan bahwa selepas operasi, wanita yang bersangkutan tidak akan mengalami rasa sakit maupun pendarahan lagi.


Operasi tersebut berjalan tanpa kendala. Namun tidak lama setelah menjalani operasi, wanita tersebut merasakan sakit pada perutnya. Padahal ia menjalani operasi supaya ia tidak lagi sering-sering mengalami sakit pada perutnya.

Saking parahnya rasa sakit yang ia alami, wanita tersebut sampai mengalami masalah sulit tidur. Ia juga kerap merasakan perih saat buang air kecil.

Karena merasa tidak tahan lagi, wanita tersebut kemudian memeriksakan diri pada dokter. Dokter lantas memberikan obat penghilang rasa sakit pada pasiennya, namun nyatanya rasa sakit yang dialami oleh wanita tersebut masih belum mau pergi.

Sekitar 3 hari kemudian, rasa sakit yang dialami olehnya semakin menghebat. Hingga kemudian mendadak ada sarung tangan karet yang keluar dari kemaluannya. Ternyata ada sarung tangan yang tertinggal di dalam tubuhnya saat ia dulu menjalani operasi.

Keluarnya sarung tangan tersebut juga diikuti dengan pendarahan hebat. Supaya nyawanya bisa diselamatkan, wanita tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit. Saat kondisinya sudah mendingan, wanita tersebut kemudian melayangkan gugatan kepada dokter yang mengoperasinya dulu.

Jarum

jarum
jarum via painterest.com

John Burns Johnson adalah seorang pria berusia 73 tahun asal Tennesse, Amerika Serikat. Pada bulan Mei 2017, ia menjalani operasi jantung di Rumah Sakit TriStar Centennial. Operasi tersebut berjalan selama 9 jam.

Setelah selesai menjalani operasi, dokter bedah yang menangani John baru sadar kalau jarum bedah yang ia gunakan sudah tidak ada.

Belakangan diketahui kalau jarum tersebut ternyata tertinggal di dalam tubuh John. Keberadaan jarum tersebut berhasil diketahui setelah John menjalani pemeriksaan memakai sinar X.

Operasi kedua pun kemudian dilakukan untuk mengeluarkan jarum dari tubuh John. Namun saat operasi dilakukan, dokter tidak berhasil menemukan jarum yang tersembunyi dalam tubuh John.

Sesudah operasi, kondisi kesehatan John secara berangsur-angsur menurun. John akhirnya benar-benar meninggal dunia sebulan kemudian. Jarum yang berada dalam tubuh John baru berhasil ditemukan setelah mayatnya diautopsi.

Tanggapan dari pihak keluarga John sudah bisa diduga. Karena mereka menganggap kalau kematian John diakibatkan oleh keteledoran dokter yang membedah John, pihak keluarga John lantas melayangkan tuntutan hukum kepada pihak rumah sakit.

Di lain pihak, rumah sakit tempat John menjalani operasi menyatakan kalau pihaknya tidak akan menanggapi gugatan dari pihak keluarga John. Namun mereka menyatakan kalau pihaknya tetap merasa bersimpati dengan keluarga almarhum.

Pisau Bedah

pisau bedah
pisau bedah via kumparan.com

Glenford Turner adalah seorang pensiunan militer Amerika Serikat yang didiagnosis menderita kanker prostat. Untuk menghilangkan penyakit yang dideritanya, Glenford pun kemudian menjalani operasi pada tahun 2013.

Sesudah menjalani operasi, rasa sakit yang dialami oleh Glenford nyatanya tidak kunjung pergi hingga bertahun-tahun kemudian. Merasa tidak tahan lagi, Glenford memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter menemukan hal yang mencengangkan. Penyebab rasa sakit pada perut Glenford ternyata bukan berasal dari kanker, melainkan dari pisau bedah yang tertinggal di dalam tubuhnya. Foto sinar X menunjukkan ada pisau bedah kecil yang bersarang di perut bawahnya. Pembedahan pun dilakukan untuk mengeluarkan pisau tersebut. Beruntung bagi Glenford, operasi tersebut berjalan lancar dan pisau bedah tadi bisa dikeluarkan dari tubuh Glenford.

Glenford bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalami masalah pisau tertinggal di dalam tubuh. Victor Hutchison adalah seorang pria yang sempat menjalani operasi pada jantungnya. Seusai operasi, tim dokter kebingungan karena pisau bedah yang mereka gunakan tiba-tiba menghilang.

Tim dokter sempat memeriksa dada Victor memakai sinar X, namun hasilnya nihil. Mengira kalau pisau tersebut tidak tertinggal dalam tubuh Victor, Victor pun diperbolehkan pergi seusai operasi. Hingga beberapa bulan kemudian, Victor mengeluh merasakan sakit pada perutnya.

Victor awalnya diduga merasakan sakit akibat memiliki masalah pada empedunya. Namun saat bagian perut Victor diperiksa memakai sinar X, terungkaplah penyebab asli dari rasa sakitnya. Ada pisau bedah yang tersangkut di dalam rongga perut Victor.

Gunting Bedah

gunting bedah
gunting bedah via kompas.com

Saat kita masih kecil, kita pasti pernah diwanti-wanti oleh orang tua atau guru kita supaya berhati-hati saat memakai gunting. Kalau untuk kasus Pat Skinner, nasihat serupa bisa ditujukan kepada dokter bedah yang menanganinya.

Pat Skinner adalah wanita asal Australia yang berusia 69 tahun. Pada tahun 2001, ia menjalani operasi pada usus besarnya. Seusai operasi, Pat merasakan sakit pada perutnya. Dokter menyatakan kalau rasa sakit tersebut adalah efek samping dari operasinya dan tidak berbahaya.

Namun Pat tidak percaya begitu saja. Pasalnya rasa sakitnya berbeda dengan rasa sakit yang diberitahukan oleh dokter. Karena merasa penasaran, Pat pun memutuskan untuk memeriksakan diri kepada dokter.

Pat lantas menjalani pemeriksaan memakai sinar X. Saat foto hasil pemotretannya diperiksa, terungkaplah penyebab asli rasa sakit yang dialami oleh Pat. Ada gunting sepanjang 18 cm yang tertinggal di dekat tulang ekor Pat.

Gunting tersebut sudah tersangkut begitu lama di dalam tubuh Pat. Sebagai akibatnya, gunting tersebut mulai ditutupi oleh jaringan dari tubuh Pat. Supaya gunting tersebut bisa diangkat tanpa menimbulkan pendarahan berlebihan, dokter terpaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan gunting Pat sambil menghilangkan sebagian isi perut Pat.

Segala Macam Peralatan Bedah

segala macam peralatan bedah
segala macam peralatan bedah via republika.co.id

Kasus-kasus yang sudah dibahas di sini sejauh ini baru sebatas menampilkan peristiwa tertinggalnya 1 buah benda di dalam tubuh seseorang. Namun bagaimana jika benda yang tertinggal bukan hanya 1, melainkan banyak?

Dirk Schroeder adalah orang yang pernah memiliki pengalaman tak menyenangkan tersebut. Pada tahun 2009, ia menjalani operasi yang pada awalnya diyakini hanya akan menimbulkan sedikit efek samping.

Apa yang dialami oleh Dirk sesudah operasi sayangnya berbanding terbalik. Sesudai operasi, Dirk kerap merasakan sakit, kelelahan, dan rasa tidak nyaman. Namun pada awalnya dokter menduga kalau hal-hal tersebut hanyalah efek samping dari operasi yang bakal berkurang dengan sendirinya.

Keyakinan tersebut seketika berubah saat suster yang ditugaskan menangani Dirk di kediamannya melihat ada benda yang keluar dari bekas jahitan di tubuh Dirk. Saat tubuh Dirk diperiksa, terungkaplah pemandangan yang bakal mengingatkan anda akan film-fil, horor.

Di dalam tubuh Dirk, ternyata ada 16 benda berbeda yang tersembunyi di dalam tubuhnya. Benda-benda tersebut di antaranya adalah kain pembersih, perban, kompres, jarum, hingga masker bedah.

Karena benda-benda yang ada dalam tubuh Dirk berjumlah banyak, Dirk pun terpaksa menjalani operasi sebanyak 2 kali untuk mengeluarkan semua benda tadi. Sebagian di antara benda tersebut dikeluarkan dalam kondisi sudah tidak lagi utuh.

Sumber :
https://listverse.com/2018/11/22/10-troubling-items-left-in-patients-after-surgery/
https://www.ibtimes.com/woman-sues-doctor-who-left-rubber-glove-inside-her-during-surgery-2645041
https://newschannel9.com/news/nation-world/lawsuit-surgeon-left-needle-inside-patient-who-died-weeks-later
https://www.anehdidunia.com/

5 Contoh Kekejaman Genghis Khan dan Para Pengikutnya

Genghis Khan merupakan tokoh di balik berdirinya Kekaisaran Mongol pada Abad Pertengahan. Pada puncak kekuatannya, wilayah Mongol membentang mulai dari China hingga Eropa Timur. Karena Genghis Khan melakukannya lewat jalur perang, sejarah pun mencatat ada begitu banyak peristiwa sadis yang terjadi sepanjang upaya penaklukannya. Berikut ini adalah contoh-contoh peristiwa yang menunjukkan bagaimana kejamnya Genghis Khan dan para pengikutnya.

Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan

Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan
Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan via idntimes.com

Sebelum dikenal dengan nama Genghis Khan, Genghis pada awalnya lahir dan besar dengan nama Temujin. Di masa kecilnya, Temujin memiliki kehidupan yang cukup terjamin karena ia adalah putra dari seorang kepala suku Mongol yang disegani.

Situasi tersebut seketika berubah ketika ayah Temujin diracun oleh suku saingannya hingga tewas. Akibatnya, Temujin dan keluarganya sejak itu terpaksa hidup terlunta-lunta. Untuk bertahan hidup, mereka memakan tanaman dan bangkai hewan yang teronggok di tepi jalan. Sulitnya kehidupan yang harus dijalani oleh Temujin secara berangsur-angsur mengubah kepribadiannya.

Saat Temujin menginjak usia 14 tahun, ia menemukan ikan dan kemudian membawanya pulang untuk dimakan bersama-sama. Namun saat Temujin sudah tiba di rumahnya, ikan tersebut malah dimakan sendirian oleh saudaranya yang bernama Behter.


Temujin jelas tidak terima karena ikan yang sudah ia dapat dengan susah payah malah dimakan sendirian oleh saudaranya. Sejak itu, Temujin pun menaruh dendam kepada Behter. Saat ia melihat Behter sedang sendirian di tempat sepi, Temujin langsung memanah Behter hingga tewas.

Tindakan Temujin tersebut ternyata diketahui oleh ibunya. Maka, ibu Temujin pun kemudian langsung memarahi Temujin. Namun teguran keras dari ibunya nampaknya tidak banyak mengubah sikap Temujin. Pasalnya di kemudian hari, ia bakal membunuh lebih banyak orang demi mewujudkan ambisi pribadinya.

Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi

Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi
Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi via quora.com

Sudah disinggung sebelumnya kalau Genghis Khan harus kehilangan ayahnya begitu dini akibat diracun oleh suku saingannya. Maka, saat Genghis Khan sudah menginjak usia 20 tahun dan memiliki pasukannya sendiri, ia memerintahkan pasukannya untuk menyerbu suku Tatar yang sudah menewaskan ayahnya.

Upaya balas dendam tersebut berhasil terwujud. Genghis dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Tatar dan menjadikan mereka sebagai tawanan. Untuk menentukan orang-orang mana saja yang sebaiknya dibunuh, Genghis menggunakan metode yang terbilang unik.

Setiap tawanan perang Tatar diperintahkan untuk berdiri di samping roda kereta kuda yang panjang diameter asnya kurang lebih mencapai 90 cm. Jika orang tersebut lebih pendek dibandingkan bagian tegak as roda, maka orang tersebut akan dibiarkan hidup.

Namun jika orang tersebut lebih tinggi dibandingkan as roda, Genghis akan memerintahkan kepada anak buahnya supaya orang tersebut dibunuh dengan cara dipenggal. Akibatnya, hampir semua kaum pria Tatar tewas dalam eksekusi massal tersebut. Yang tersisa hanyalah orang-orang Tatar yang masih berusia anak-anak.

Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya

Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya
Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya via painterest.com

Sebelum menjadi negara raksasa seperti sekarang, wilayah Rusia atau Rus pada awalnya hanya mencakup Eropa bagian timur. Pada tahun 1223, wilayah tersebut pernah diserbu oleh pasukan Mongol. Saat pasukan Rus mencoba menghentikan laju pasukan Mongol, pasukan Mongol dengan cerdik berhasil mengalahkan pasukan Rus di tepi Sungai Kalka.

Usai kemenangan tersebut, pasukan Mongol melanjutkan perjalanannya menuju kota-kota Rusia. Layaknya pasukan yang sedang dilanda euforia kemenangan, pasukan Mongol memutuskan untuk merayakan kemenangan ini dengan cara menggelar pesta.

Cara pasukan Mongol dalam menggelar pesta terbilang sadis. Para bangsawan dan prajurit Rus yang masih hidup dipaksa berbaring di atas tanah. Sesudah itu, sebuah papan raksasa ditempatkan di atas tubuh para bangsawan Rus tadi. Mereka juga menaruh meja dan alas duduk di atas papan raksasa tersebut.

Saat semuanya sudah siap, pasukan Mongol kemudian naik ke atas papan raksasa dan menggelar pesta minum-minum. Sementara para bangsawan Rus yang ada di bawahnya perlahan-lahan mati akibat tergencet. Ada alasan khusus mengapa pasukan Mongol menggelar perayaan dengan cara sekejam ini. Pasukan Mongol percaya bahwa darah golongan bangsawan tidak pantas untuk ditumpahkan. Jadi supaya mereka bisa membunuh bangsawan musuh tanpa membuatnya berdarah, mereka akan membunuh bangsawan musuh dengan cara menindihnya hingga tewas.

Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung

Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung
Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung via kaskus.co.id

Wilayah China utara pada abad ke-13 sedang diperintah oleh Dinasti Jin. Jika dibandingkan dengan Mongol, perbandingan kekuatan antara Jin dengan Mongol ibarat bumi dan langit. Jika wilayah Jin dihuni oleh 53 juta orang yang bisa direkrut paksa menjadi prajurit, maka Mongol hanya memiliki 1 juta penduduk.

Namun bukan Mongol namanya jika merasa gentar duluan. Pada tahun 1211, pasukan Mongol memulai invasinya wilayah Dinasti Jin. Secara perlahan tapi pasti, wilayah-wilayah milik Dinasti Jin ganti dikuasai oleh pasukan Mongol.

Tahun 1214, pasukan Mongol akhirnya tiba di luar kota Zhongdu (sekarang bernama Beijing). Kota tersebut dilindungi oleh tembok raksasa setinggi 12 meter dan membentang sejauh 29 kilometer di sekeliling kota.

Karena kota tersebut terlalu kokoh untuk ditembus, pasukan Mongol memutuskan untuk melakukan blokade di sekeliling kota tersebut. Dengan begitu, penduduk kota Zhongdu tidak bisa lagi mendatangkan pasokan makanan dari luar.

Siasat tersebut berhasil. Hanya dalam rentang waktu beberapa bulan, persediaan makanan di Zhongdu sudah begitu menipis sehingga penduduknya terpaksa saling bunuh dan melakukan kanibalisme. Saat kondisi di dalam kota sudah demikian parah, penguasa kota Zhongdu pun memutuskan untuk menyerah dan membiarkan pasukan Mongol menduduki kota tersebut.

Namun mimpi buruk bagi penduduk Zhongdu ternyata baru saja dimulai. Sebagai hukuman karena penduduk kota tersebut tidak bersedia untuk menyerah begitu saja, pasukan Mongol membakar kota tersebut dan membantai para penduduknya.

Sesudah selesai melakukan pembantaian, pasukan Mongol kemudian pergi meninggalkan Zhongdu yang kini sudah berubah menjadi puing-puing dan timbunan mayat. Menurut kesaksian seseorang yang pernah melewati Zhongdu beberapa bulan kemudian, kondisi kota tersebut masih nampak begitu mengerikan. Tulang belulang para korban tewas nampak menumpuk hingga terlihat seperti gunung dari kejauhan.

Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh

Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh
Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh via biografiku.com

Sebelum meninggal dunia, Genghis Khan sempat berpesan kepada anak buahnya supaya ia dikuburkan secara sembunyi-sembunyi agar tidak ada yang bisa menemukan jasadnya. Dan hal itulah yang dilakukan oleh para pengikutnya. Saat Genghis Khan akhirnya meninggal dunia, mereka membawa jasad pemimpin mereka ke kawasan pedalaman.

Prosesi penguburan jasad Genghis Khan dilakukan oleh sejumlah budak sambil diawasi oleh para prajurit bawahan Genghis Khan. Supaya para budak tersebut tidak bisa memberitahukan lokasi makam Genghis Khan, budak-budak tersebut dibunuh oleh para prajurit dan dikuburkan di tempat yang sama dengan makam Genghis Khan.

Saat lubang makam Genghis Khan sudah ditutup, para prajurit Genghis Khan menginjak-injak tanah di atasnya dengan memakai kuda. Supaya makamnya semakin sulit ditemukan, mereka juga menanam pohon di atas makam Genghis Khan.

Setelah selesai menguburkan Genghis Khan dan menyamarkan makamnya, para prajurit tersebut akan kembali ke pemukimannya. Setibanya mereka di sana, mereka ganti dibunuh oleh prajurit yang lain supaya mereka tidak bisa membocorkan lokasi makam Genghis Khan. Hasilnya, makam Genghis Khan pun tidak pernah diketahui hingga sekarang karena orang-orang yang mengetahui keberadaannya sudah dibunuh semua.

Sumber :
https://listverse.com/2016/08/27/10-brutal-moments-in-the-conquests-of-genghis-khan/
https://www.anehdidunia.com/

Jumat, 09 April 2021

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

 

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!


Setiap makhluk hidup pasti akan merasakan mati, meninggalkan dunia yang hanya sementara ini menuju ke kehidupan yang abadi. Rasa sedih akan kehilangan seseorang yang pernah sangat dicintai menuju alam yang kini tak lagi sama dengan kita. Susana rumah yang berbeda tanpa kehadiran sosok yang pernah menjadi bagian dari sesuatu yang kita sebut keluarga.

Sebuah perayaan atau tradisi biasa dilakukan untuk memperingati kematian seseorang. Jika di dalam masyarakat kita mungkin menggelar doa bersama bersama dengan keluarga, kerabat dan para tetangga, tapi tidak dengan suku-suku yang masih terkenal kental memegang tradisi para leluhurnya.


1. Dikuliti Sebelum Dikubur

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

Ritual pemakaman yang dilakukan suku Ifugao, selain prosesnya panjang juga bikin  ane merinding gan. Gimana engga, pertama-tama mayat dimandikan, tapi pasangan tak boleh ikut memandikan apalagi melihat mayatnya, menutup kedua matanya, lalu diikat dikursi kayu di depan rumah yang didekatnya dinyalakan api.

Fungsi dari api itu sendiri adalah selain untuk mengusir serangga, juga dipakai untuk mengeringkan simayat. Hingga hari keempat, mayat kemudian dikuliti dan kulitnya dikubur dibawah rumah sebagai simbol kesuburan dan mayatnya boleh ikut dikubur atau menunggu empat hari kemudian untuk selanjutnya dikuburkan juga.

2. Mumi di Papua Nugini

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

Suku Anga adalah suku pedalaman yang berada di pegunungan di daerah Aseki, Papua Nugini. Di sana banyak ditemukan mumi yang ditegakkan menggunakan tonggak-tonggak kayu atau bambu, bahkan ada yang dimasukkan ke dalam keranjang.

Menurut info yang didapat, ritual ini terjadi pada masa Perang Dunia II, dimana mumi itu sebelumnya dibalsem terlebih dahulu dengan menggunakan teknik penggaraman yang banyak hingga bisa awet. dan sebagian ada juga yang mengatakan teknik pengawetan yang dilakukan adalah dengan cara pengasapan.

Meski sempat berhenti, tapi penduduk lokal yang masih memegang adat dengan kuat, masih berusaha meneruskan ritual ini , terbukti masih ada beberapa mumi yang masih bisa ditemukan di sana.


3. Pemakaman Raja Tonga

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

Tonga merupakan kerajaan kecil di daerah Polynesia, Pasifik Selatan, yang memiliki kurang lebih 170 pulau kecil disekitarnya. Memasuki kekuasaan Raja Tupou V  sebetulnya telah dibuat beberapa perubahan agar negara tersebut bisa lebih demokratis, tapi masyarakart di sana masih memegang tradisi lama yang mana memperlakukan Raja dan keluarga kerajaan dengan istimewa, termasuk ritual pemakamannya.

Pengaguyngan pada sang Raja membuat tak sembarang orang bisa menyentuhnya saat dia hidup, pun pada saat dia meninggal. Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa menyentuhnya dan mempersiapkan upacara kematiannya.

Nima Tapu atau tangan=tangan suci yang bisa mneyentuh raja, pada saat berkabung, mereka terkunci dari dunia luar dan tidak boleh menggunakan tangannya sama sekali. Karena itu juga Nima Tapu mempunyai pelayan yang membantu dan melayani mereka hingga usai masa berkabung. Sangat masuk akal sebenarnya, karena selain Nima Tapu tak ada yang boleh menyentuh raja atau terima ganjaran dipotong tangan jika berani melanggarnya.

4. Suku Fiji yang Sadis

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!

Fiji mempunyai beberapa tradisi yang tidak biasa soal kematian. Salah satu tradisi yang cukup mengerikan adalah membunuh anggota keluarga. caranya adalah mengajak seseorang itu berbincang, baik orang tua kepada anaknya atau pun sebaliknya, kemudian dikatakan jika mereka sudah menjadi beban dalam kehidupan ini dan menyarankan sebaiknya untuk segera mati saja. Dan untuk mengakhiri hidupnya pun mereka diberi opsi, apakah ingin mati dengan cara dicekik atau dikubur hidup-hidup?

Suasana bela sungkawa pun tak kalah mengerikan, jika yang meninggal adalah kepala suku, maka masa berkabung hingga 9 hari dengan ritual yang tak kalah mengerikan dari masing-masing anggota suku tersebut. Para pria mulai menyakiti diri sendiri memakai cambuk atau memotong jari-jari kelingking mereka atau jari kaki sebagai sebuah penghormatan. Sedangkan para wanitanya ditembaki dengan tanah liat kering hingga berdarah-darah, atau ada juga yang memilih untuk membakar dirinya sendiri.

Selain itu dilakukan tradisi mengerikan lain yang dilakukan adalah memcekik orang yang dekat dengan orang yang meninggal, supaya bisa menemani si mayit di alam kematian. Gila kan?? Untung saja tradisi ini lama kelamaan mulai ditinggalkan.

5. Dimakamkan Di Dalam Pohon

Ritual Kematian, Mulai Dari Yang Sadis Sampai Yang Bikin Merinding!Suku Caviteno, bagian dari kelompok etnis Spanyol-Filipina yang mendiami sebuah pulau yang bernama Luzon. Pemakaman bagi suku Caviteno dilakukan dengan cara meletakkan mayat orang yang sudah meninggal di dalam sebuah pohon. Pertama-tama batang pohon dilubangi, lalu mayat ditegakkan dan diletakkan secara vertikal di dalam lubang pohon tadi.

Suku ini mempercayai bahwa pohon bisa memberikan kehidupan, jadi sebagai timbal baliknya manusia harus berterima kasih dengan memberikan kehidupan pada mereka. Dengan cara menyerahkan tubuh ketika manusia tersebut meninggal dunia. Dan setiap orang telah menandai pohon mana yang akan dia pakai jika kelak kematian menjemput dan tubuhnya akan diserahkan sebagai balasan rasa terima kasih.

Masing-masing suku atau masyarakat di suatu tempat mempunyai tradisi dan cara yang berlainan untuk menyikapi suatu keadaan, termasuk juga ritual tentangan pemakaman. Untuk sebagian orang tradisi mereka mungkin terlihat aneh dan tidak biasa, tapi sebuah tradisi biasanya diturunkan dari jaman nenek moyang, generasi ke generasi hingga akhirnya sampai ke jaman ini.

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/606e30ed1e53495eb845f050/ritual-kematian-mulai-dari-yang-sadis-sampai-yang-bikin-merinding/?ref=postlist-21&med=hot_thread