Industri film porno sangat menjamur diJepang sehingga banyak gadis-gadis remaja yang terjun ke industri ini agar cepat terkenal. Selain karena uang yang berlimpah mereka juga melakukan ini karena ingin mendapat popularitas dalam sekejap. Wajah mereka padahal diatas rata-rata dan harusnya tanpa terjun di industri inipun mungkin mereka juga dapat menjadi terkenal dengan cara yang lebih bergengsi. Mungkin anda akan tercengang dan tidak percaya melihat wajah-wajah mereka yang innocent tetapi malah terjun ke industri film biru. Mari kita lihat berdasarkan urutannya dan kita mulai dari urutan ke 20.
20. Yua Aida
Awal keberanian untuk buka-bukaan, saat menjadi model sensasional yang telanjang bulat sebagai objek lukis minyak, dari mulai titik inilah nama Yua Aida meroket sebagai Bintang Biru.Padahal, sebelumnya Yua Aida merupakan wanita aktif dan menggeluti berbagai aktivitas keolahragaan ketika masih sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.
Tenis adalah olahraga terkuat yang ia geluti ketika di sekolah menengah pertama. Di sekolah menengah atas, dia banting setir dari bidang olahraga ke bidang seni, sebuah keinginan untuk membanggakan ibunya. Belokan arah karir seninya, membelot ke arah yang kurang sedap menurut pandangan agama. Dan di Negeri Sakura bukan hanya Yua Aida, masih banyak wanita cantik yang terjun ke ranah itu.
19. Erika Sato
Erika Sato Artis Idol JAV Jepang ini memang sangat cantik dan menarik hati para pencinta film b0kep jepang dan nama erika sato pasti tidak asing lagi di telinga para pencinta film bokep jepang tersebut. Erika Sato sering disalah-artikan sebagai Eriko Sato, seorang artis jepang lain yang tidak bermain dalam JAV namun dalam Dorama. Tapi para pecinta bokep tentu saja sudah paham mana yang Erika mana yang Eriko.
Erika sato yang mana namanya kurang berkibar seperti halnya Miyabi dan Erika Kirihara tetapi erika sato juga mempuyai sesuatu yang tidak di miliki oleh Miyabi atau pun Erika Kirihara. Seperti permainan Erika Sato di film b0kepnya yang mana dia bermain sangat profesional hingga dia berani bermain hardc0re di film b0kep.
Hingga banyak sekali versi yang dia luncurkan, hingga pelanggan pencinta film bokep mencari dan mendownload film p0rn0 Erika Sato.
Bintang begituan yang biasanya bertubuh skesi dengan payudara montok berpinggang kecil seperti Jenna Jameson bintang film skes yang digandrungi oleh para penontonnya sepanjang jaman. Namun taukah anda sahabat anehdidunia.com bahwa manusia memiliki kecintaan atau pandangan skesi yang berbeda, dalam hal ini, beberapa dari mereka (pencinta film begituan) menyukai pemainnya dengan bintang bertubuh gendut. Siapa sajakah Bintang Film begituan bertubuh gendut tersebut?
Sophie Dee Bintang Dewasa Gemuk
Sophie Dee lahir di Kota Welsh, Inggris pada 17 Januari 1984. Dia memulai karir di industri film begituan delapan tahun lalu. sebelum menjadi bintang begituan bertubuh gemuk dia bekerja apa saja mulai dari pelayan restoran hingga menawarkan barang dari pintu ke pintu. Pada 2005 dia pindah ke Amerika Serikat dan langsung mendapat tawaran bermain film begituan. Awalnya dia mempunyai berat tubuh ideal namun semakin lama tubuhnya semakin bertambah berat menjadi 78 kilogram dengan tinggi 163 sentimeter. Dee menjadi salah satu aktris esek-esek paling digemari sejagat. Bayarannya Rp 1 miliar setahun.
Karla Lane Pemain begituan Gemuk
Karla Lane menjadi salah satu aktris begituan gemuk tersohor di Amerika Serikat. Perempuan kelahiran Kota Los Angeles, 23 Januari 1987 ini punya berat tubuh sekitar 84 kilogram dan tinggi 160 sentimeter. Dia terjun ke industri film begituan sejak umur 18 tahun. Selentingan mengatakan banyak lelaki mengubah pandangan mereka pada perempuan bertubuh tambun setelah melihat Lane berakting skes. Gaya erotisnya mampu membangkitkan syahwat kaum adam. Lane dibayar Rp 1 miliar setahun.
Kelly Shibari Artis Bokep Tubuh Tambun
Nama Kelly Shibari berkibar sebagai pemain film begituan bertubuh gendut asal Amerika Serikat. Dia mengaku sudah menggeluti tayangan khusus dewasa selama satu dekade. Seperti namanya, Shibari keturunan Jepang dan Irlandia. Wajahnya eksotik dengan kulit agak kecoklatan, mata agak sipit, dan lingkar dada sekitar 40D. Tingginya sekitar 170 sentimeter dengan berat 95 kilogram. Dia kini menjadi salah satu bintang begituan bertubuh gemuk laris dengan bayaran sekitar Rp 1,11 miliar per tahun.
April Flores Bintang skes Badan Besar
April Flores nama paling tersohor dalam industri begituangrafi di Amerika Serikat. Perempuan berdarah ekuador dan Meksiko ini lahir dari keluarga religius dan ayah-ibunya penganut Katolik taat. Sedari kecil Flores rajin ke gereja. Awalnya dia bercita-cita ingin jadi dokter bedah. Keterlibatannya dalam industri begituangrafi benar-benar tidak disengaja. Dia awalnya hanya bermain dalam film drama namun ada adegan bercinta. Saat itu Flores masih perawan. Saya kehilangan keperawanan di adegan itu, ujarnya. Sejak itu dia menyukai skes dan secara sadar menjadi bintang skes. Berat tubuh Flores sekitar 80 kilogram dengan tinggi hanya 157 sentimeter. Hingga kini dia menjadi bintang begituan paling mahal di Amerika dengan bayaran Rp 1,94 miliar per tahun.
Bunny De La Cruz Selebritis Bokep Berbadan Lebar
Bunny De La Cruz bintang begituan gendut asal Amerika Serikat lahir di Negara Bagian California, 30 Juni 1984. Dia sudah terjun ke industri esek-esek ini sejak enam tahun lalu dan menjadi selebritas film biru paling populer di Negeri Adidaya ini. Cruz mempunyai berat 175 kilogram dengan tinggi 157 sentimeter. Warna rambutnya yang pirang menjadi daya tarik tambahan saat dia di ranjang. Bayaran Cruz saat ini sekitar Rp 1,04 miliar setahun.
Warga Kampung Puntan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengenakan beragam pakaian adat dan kostum profesi, Senin (17/8). (Inibaru.id/ Saiful Anam)
Upacara HUT ke-81 RI di Kampung Puntan, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Semarang, berlangsung unik dengan keterlibatan ibu-ibu sebagai petugas upacara serta kreativitas warga yang mengenakan kostum berbahan limbah plastik, termasuk bubble wrap dan kemasan deterjen.
Kemerdekaan barangkali memang tak selalu harus dirayakan dengan cara yang seragam. Sebab, bagi setiap warga, ada cara masing-masing untuk memaknai merah putih: dengan menjaga kerukunan, mengenalkan budaya, berkarya, atau sekadar hadir dan mengambil bagian dalam sebuah perayaan bersama.
Gambaran itu terasa di Kampung Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (17/8/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai memenuhi lapangan untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pagi itu, suasana lapangan tampak lebih berwarna dari biasanya. Dari barisan peserta, terlihat pakaian adat dari berbagai daerah, diselingi warga yang mengenakan kostum profesi. Di tengah kerumunan, beberapa ibu-ibu dan remaja putri berdiri di barisan paling depan, bersiap menjalankan tugas sebagai petugas upacara.
Yang tak kalah mencuri perhatian, ada pula warga yang mengenakan kostum unik berbahan limbah plastik. Barang-barang yang biasanya berakhir di tempat sampah pagi itu berubah menjadi pakaian yang ikut menyemarakkan perayaan kemerdekaan.
Suasana pun terasa jauh dari sekadar seremoni tahunan. Di Kampung Puntan, kemerdekaan seperti dirayakan lewat banyak cara sekaligus: melalui keberagaman, kreativitas, peran perempuan, dan tentu saja guyub rukun antarwarga.
Pemandangan berbeda sudah terlihat dari jajaran petugas upacara. Posisi protokol atau pembawa acara, pasukan pengibar bendera, hingga pembaca UUD 1945 dipercayakan kepada ibu-ibu dan remaja putri Kampung Puntan.
Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengisi posisi petugas. Bagi warga, perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi soko guru peradaban bangsa.
Lewat upacara pagi itu, para perempuan menunjukkan bahwa ruang publik juga menjadi tempat mereka untuk mengambil peran, tampil, dan berkontribusi dengan penuh percaya diri. Sementara itu, barisan peserta tak kalah semarak. Pakaian adat dari Sumatra hingga Papua tampak berpadu dengan beragam kostum profesi.
Masing-masing seperti membawa cerita sendiri tentang Indonesia dan tentang cara warga mengisi kemerdekaan.
Namun, dari sekian banyak kostum yang dikenakan, beberapa justru punya cerita yang tak biasa. Bukan dibeli dari toko atau disewa dari penyedia kostum, melainkan dibuat dari barang-barang yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah.
Bubble Wrap Bekas Jadi Pakaian Adat
Emma Apriliana, warga RT 03/RW 01, misalnya. Ia memanfaatkan bubble wrap bekas pembungkus paket belanja online untuk membuat outer dan rok yang terinspirasi dari pakaian adat Kalimantan.
Bubble wrap yang biasanya hanya dibuka lalu dibuang itu dikumpulkan Emma di rumah. Dengan keterampilan menjahit yang dimilikinya, ia kemudian mengubahnya menjadi kostum untuk perayaan 17 Agustus.
"Inikan ada bekas buble warp banyak dirumah, biasanya buat bungkus paket belanja online, nah ini daripada dibuang saya kumpulin kemudian saya jahit sendiri, saya eksplore dan saya buat kostum 17an" kata Emma kepada media.
Ide tersebut ia dapatkan dari media sosial. Emma mengaku kerap melihat berbagai kreasi kostum yang dibuat dari limbah plastik, lalu mencoba mengembangkan ide tersebut dengan kemampuannya sendiri.
"ya saya dapat idenya dari sosial media, sering lihat modifikasi modifikasi kostum dari sampah plastik" jelas Emma
Kostum buatannya ternyata tak hanya menarik perhatian warga Kampung Puntan. Setelah diunggah melalui status WhatsApp, ada warga dari kampung lain yang tertarik untuk menyewanya.
"Alhamdulillah sudah ada yang pesan sewa kostum saya mas, gara gara saya posting di status WhatsApp" ungkap Emma.
Petugas upacara di Kampung Puntan mengenakan kostum hasil daur ulang limbah plastik sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia,
Emma bukan satu-satunya warga yang memanfaatkan limbah untuk kostum kemerdekaan. Ratna Wardani, warga RT 02/RW 01, juga membuat kostum dari tumpukan limbah plastik kemasan deterjen yang ada di rumahnya.
Untuk menghasilkan kostum tersebut, Ratna membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Baginya, kemasan yang sudah tidak terpakai itu masih bisa diberi kehidupan kedua.
"Ya daripada bungkus deterjennya dibuang ya mending dimanfaatkan untuk kostum 17an mas, siapa tau bisa jadi inspirasi banyak orang. Ini saya butuh Waktu seminggu" jelas Ratna.
Kreasi Emma dan Ratna akhirnya menjadi lebih dari sekadar kostum 17 Agustus. Ada pesan sederhana yang ikut dibawa: barang bekas pun bisa menjadi sesuatu yang menarik ketika diberi sedikit kreativitas.
Di balik pakaian adat, kostum profesi, dan busana daur ulang itu, ada semangat yang ingin dibangun warga Kampung Puntan.
Bhinneka Tunggal Ika
Bertindak selaku Pembina Upacara, tokoh masyarakat Puntan, Waimin S.Pd, mengatakan tema besar yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menilai keberagaman bukan sesuatu yang membuat warga terpisah. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi bagian dari kekuatan masyarakat Puntan untuk tetap berdiri bersama.
"Mengisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya menjaga guyub rukun antar warga, bergotong-royong, dan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat," terang Waimin.
Menurut Waimin, penggunaan pakaian adat juga memiliki pesan bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, masyarakat tetap perlu mengenal dan mencintai budaya bangsa.
"Selain itu, kostum profesi membawa pesan tersirat bahwa di usia kemerdekaan ke-81 ini, masyarakat tidak boleh hanya berdiam diri, melainkan harus terus berkontribusi melalui profesinya masing-masing" kata Waimin.
Salah satu warga, Suharsulasmono, tampak gagah mengenakan beskap yang menyimbolkan adat Jawa. Ia mengaku bahagia melihat antusiasme warga dalam mengikuti upacara tahun ini
"Kegiatan ini sangat luar biasa. Saya berharap cerminan upacara hari ini dapat menjadi pemantik semangat persatuan, tidak hanya bagi warga di sini, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara luas," ujar Suhar.
Kekompakan warga juga membuat Ketua RT 02, Santoso, merasa terharu dan bangga. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa kegiatan bersama masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan kampung.
"Saya sangat bangga dan senang warga Puntan kompak kompak, agenda positif seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang" tutur Santoso.
Ketua RT 03, Puji Riyanto, melihat hal serupa. Baginya, keberhasilan upacara tersebut menjadi bukti nyata bahwa warga mampu menjaga kerukunan.
"Ini membuktikan bahwa di tengah berbagai dinamika kehidupan yang ada, warga Puntan bisa bersatu dan sukses melaksanakan agenda upacara bersama-sama. Ini adalah wujud guyub rukun yang sesungguhnya," pungkas Puji.
Kampung Gang Presiden
Kampung Puntan RT 02-RT 03 RW 01 memang punya cerita lain yang membuatnya berbeda. Selain tradisi upacara bersama, kawasan ini dikenal sebagai “Kampung Gang Presiden”.
Bukan tanpa alasan. Sejumlah gang di kampung tersebut menggunakan nama para presiden Indonesia. Ada Gang Soekarno, Gang Soeharto, Gang Habibie, Gang Gusdur, Gang SBY, hingga Gang Jokowi.
Menurut Waimin, penamaan tersebut merupakan bentuk kecintaan warga terhadap para pemimpin bangsa.
Namun, nama-nama itu sekaligus menjadi harapan agar para pemimpin yang pernah memimpin Indonesia dapat memberikan teladan dan kinerja terbaik bagi masyarakat."Harapannya dengan ungkapan kecintaan warga dengan pemimpinnya melalui nama gang ini juga direspon para pemimpin agar memberikan teladan dan kinerja terbaik untuk rakyat" tutur Waimin.
Ya, pagi itu, bendera Merah Putih akhirnya berkibar di Kampung Puntan. Namun, yang ikut berkibar sebenarnya bukan hanya bendera. Ada semangat warga untuk tetap berkumpul, ada kreativitas yang lahir dari barang bekas, ada perempuan yang mengambil peran di ruang publik, dan ada keberagaman yang dirayakan bersama.
Mungkin memang begitu cara sebuah kampung memaknai kemerdekaan: tidak selalu dengan sesuatu yang besar, tetapi dengan hal-hal sederhana yang dikerjakan bersama
Tahun Baru nggak melulu dirayakan dengan pesta kembang api, Millens. Di sejumlah negara, perayaan Tahun Baru bisa sangat aneh. Berikut ulasannya.
ahun Baru biasanya dirayakan dengan pesta kembang api atau berkumpul bersama dengan orang terdekat. Namun, di beberapa negara, perayaan Tahun Baru nggak hanya dirayakan dengan hal-hal itu. Sejumlah negara bahkan punya ritual-ritual yang nyeleneh,
Berikut beberapa perayaan Tahun Baru yang unik dari berbagai negara di dunia seperti yang ditulis Cnnindonesia.com (1/1/2016).
Memakai Baju Polka Dot (Filipina)
Memakai baju polkadot adalah cara warga Filipina menyambut tahun baru. (Brilio)
Bagi masyarakat Filipina, memakai baju dengan tema polka dot atau bundar dianggap bisa memberikan kemakmuran. Selain itu, mereka juga menyelipkan uang koin di saku baju. Sebanyak 12 jenis buah berbentuk bulat pun nggak absen mereka nikmati. Buah-buah seperti melon, jeruk, dan anggur selalu mereka santap saat tengah malam pergantian tahun.
Membunyikan Lonceng Kuil (Tiongkok)
Lonceng Kuil Hanshan yang dibunyikan setiap pergantian tahun. (Meditadores)
Warga Suzhou, Tiongkok justru merayakan malam pergantian tahun dengan membunyikan lonceng di Kuil Hanshan hingga 108 kali. Jumlah ini menandakan 108 masalah kehidupan yang ada dalam kitab Buddha. Dengan mendengarkan 108 suara lonceng, masyarakat bakal mendapatkan keberuntungan sekaligus mencegah datangnya masalah di tahun depan.
Menelan Bulat-Bulat 12 Anggur (Spanyol)
Orang Spanyol merayakan Tahun Baru dengan memakan 12 anggur secara langsung tanpa dikunyah. (Npr)
Warga Spanyol memiliki tradisi yang cukup unik saat Tahun Baru. Mereka menelan 12 anggur tepat pada tengah malam saat pergantian tahun tanpa mengunyahnya sama sekali. Jumlah 12 anggur ini menandakan jumlah bulan dalam setahun. Sementara itu, anggur dianggap sebagai pembawa keberuntungan masyarakat Negeri Matador ini.
Memakai Celana dalam Berwarna-warni (Brasil)
Cara masyarakat Brasil merayakan Tahun Baru. (Thertwguys)
Masyarakat Brasil dan beberapa negara Amerika Selatan lain seperti Bolivia, Ekuador, Peru, dan Venezuela memiliki ritual unik yakni memakai celana dalam berwana-warni saat Tahun Baru. Mereka percaya jika memakai celana dalam berwarna-warni ketika Tahun Baru, mereka bakal mendapat keberuntungan. Setiap warna juga punya makna tersendiri seperti warna celana dalam kuning dianggap sebagai pembawa hoki, sedangkan merah dianggap sebagai simbol cinta. Mereka juga biasanya menggunakan baju putih saat Tahun Baru.
Membuang Perabotan Rumah Tangga (Afrika Selatan dan Denmark)
Membuang perabotan lama adalah cara warga Afrika dan Denmark merayakan tahun Baru. (Theodysseyonline)
Di Johannesburg, Afrika Selatan, Tahun Baru dianggap sebagai penyegaran sehingga masyarakat di sana akan membuang berbagai perabotan rumah tangga yang sudah lama saat pergantian tahun. Hal yang sama juga dilakukan masyarakat Denmark. Mereka sengaja melempar piring dan gelas ke luar rumah dan melompat dari kursi saat tengah malam. Mereka percaya, kegiatan itu bisa menghalau roh jahat.
Kemah di Kuburan (Cile)
Warga Cile merayakan Tahun Baru dengan berkemah di kuburan. (Campingcard)
Berkemah di kuburan terdengar menyeramkan, ya, Millens. Namun, itulah ritual yang dilakukan masyarakat Kota Talca, Cile saat pergantian tahun. Mereka sengaja berkemah di kuburan sambil menyalakan lilin dan mendengarkan musik klasik. Bagi mereka, tradisi ini dilakukan dengan tujuan menemani roh saudara yang sudah meninggal.