Rabu, 08 April 2026

Tahun Baru nggak melulu dirayakan dengan pesta kembang api, Millens. Di sejumlah negara, perayaan Tahun Baru bisa sangat aneh

Tahun Baru nggak melulu dirayakan dengan pesta kembang api, Millens. Di sejumlah negara, perayaan Tahun Baru bisa sangat aneh

 

Aneh Tapi Nyata, Berikut Ritual Unik Tahun Baru di Berbagai Negara

Tahun Baru nggak melulu dirayakan dengan pesta kembang api, Millens. Di sejumlah negara, perayaan Tahun Baru bisa sangat aneh. Berikut ulasannya.

ahun Baru biasanya dirayakan dengan pesta kembang api atau berkumpul bersama dengan orang terdekat. Namun, di beberapa negara, perayaan Tahun Baru nggak hanya dirayakan dengan hal-hal itu. Sejumlah negara bahkan punya ritual-ritual yang nyeleneh,

Berikut beberapa perayaan Tahun Baru yang unik dari berbagai negara di dunia seperti yang ditulis Cnnindonesia.com (1/1/2016).

Memakai Baju Polka Dot (Filipina)

Memakai baju polkadot adalah cara warga Filipina menyambut tahun baru. (Brilio)

Bagi masyarakat Filipina, memakai baju dengan tema polka dot atau bundar dianggap bisa memberikan kemakmuran. Selain itu, mereka juga menyelipkan uang koin di saku baju. Sebanyak 12 jenis buah berbentuk bulat pun nggak absen mereka nikmati. Buah-buah seperti melon, jeruk, dan anggur selalu mereka santap saat tengah malam pergantian tahun.

Membunyikan Lonceng Kuil (Tiongkok)

Lonceng Kuil Hanshan yang dibunyikan setiap pergantian tahun. (Meditadores)

Warga Suzhou, Tiongkok justru merayakan malam pergantian tahun dengan membunyikan lonceng di Kuil Hanshan hingga 108 kali. Jumlah ini menandakan 108 masalah kehidupan yang ada dalam kitab Buddha. Dengan mendengarkan 108 suara lonceng, masyarakat bakal mendapatkan keberuntungan sekaligus mencegah datangnya masalah di tahun depan.

Menelan Bulat-Bulat 12 Anggur (Spanyol)

Orang Spanyol merayakan Tahun Baru dengan memakan 12 anggur secara langsung tanpa dikunyah. (Npr)

Warga Spanyol memiliki tradisi yang cukup unik saat Tahun Baru. Mereka menelan 12 anggur tepat pada tengah malam saat pergantian tahun tanpa mengunyahnya sama sekali. Jumlah 12 anggur ini menandakan jumlah bulan dalam setahun. Sementara itu, anggur dianggap sebagai pembawa keberuntungan masyarakat Negeri Matador ini.

Memakai Celana dalam Berwarna-warni (Brasil)

Cara masyarakat Brasil merayakan Tahun Baru. (Thertwguys)

Masyarakat Brasil dan beberapa negara Amerika Selatan lain seperti Bolivia, Ekuador, Peru, dan Venezuela memiliki ritual unik yakni memakai celana dalam berwana-warni saat Tahun Baru. Mereka percaya jika memakai celana dalam berwarna-warni ketika Tahun Baru, mereka bakal mendapat keberuntungan. Setiap warna juga punya makna tersendiri seperti warna celana dalam kuning dianggap sebagai pembawa hoki, sedangkan merah dianggap sebagai simbol cinta. Mereka juga biasanya menggunakan baju putih saat Tahun Baru.

Membuang Perabotan Rumah Tangga (Afrika Selatan dan Denmark)

Membuang perabotan lama adalah cara warga Afrika dan Denmark merayakan tahun Baru. (Theodysseyonline)

Di Johannesburg, Afrika Selatan, Tahun Baru dianggap sebagai penyegaran sehingga masyarakat di sana akan membuang berbagai perabotan rumah tangga yang sudah lama saat pergantian tahun. Hal yang sama juga dilakukan masyarakat Denmark. Mereka sengaja melempar piring dan gelas ke luar rumah dan melompat dari kursi saat tengah malam. Mereka percaya, kegiatan itu bisa menghalau roh jahat.

Kemah di Kuburan (Cile)

Warga Cile merayakan Tahun Baru dengan berkemah di kuburan. (Campingcard)

Berkemah di kuburan terdengar menyeramkan, ya, Millens. Namun, itulah ritual yang dilakukan masyarakat Kota Talca, Cile saat pergantian tahun. Mereka sengaja berkemah di kuburan sambil menyalakan lilin dan mendengarkan musik klasik. Bagi mereka, tradisi ini dilakukan dengan tujuan menemani roh saudara yang sudah meninggal.

Selasa, 25 November 2025

Ritual Tradisional Ini Menganjurkan Pesertanya untuk Membahayakan Diri Sendiri

 Kebanyakan orang tidak menyukai rasa sakit. Namun bagi sejumlah orang di berbagai belahan dunia, rasa sakit dianggap sebagai hal yang patut dijalani supaya orang tersebut menjadi lebih memaknai hidup. Sampai-sampai ada sejumlah ritual tradisional yang menganjurkan pesertanya untuk membahayakan dirinya sendiri. Berikut ini adalah beberapa contoh ritual tersebut.

Thimithi

Thimithi
Thimithi via savaari.com

India merupakan salah satu negara terbesar dan terpadat di dunia. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan jika kemudian India memiliki populasi suku bangsa yang amat beragam.

Salah satu suku yang menyusun komposisi kependudukan India adalah suku Tamil yang populasinya terkonsentrasi di India selatan. Selain di India, suku Tamil juga dapat ditemukan di Sri Lanka, Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Suku Tamil memiliki ritual tradisional yang bernama thimithi atau Kundam. Thimithi merupakan ritual yang bakal membuat siapapun merasa kagum sekaligus ngeri saat melihatnya. Pasalny dalam ritual ini, peserta thimithi bakal berjalan di atas bara api yang sedang menyala.

Thimithi biasanya diselenggerakan seminggu sebelum festival Diwali, festival khas agama Hindu yang biasanya jatuh pada periode sekitar bulan Oktober hingga November. Sebelum thimithi dimulai, ritual doa bersama akan dilakukan supaya tidak ada insiden mematikan yang terjadi selama berlangsungnya ritual.

Menurut keyakinan para peserta thimithi, jika orang tersebut benar-benar merupakan orang yang berbakti pada dewa, maka orang tersebut akan berjalan melewati bara api tanpa terluka sama sekali. Kenyatannya, kasus peserta yang mengalami luka bakar pada kulitnya cukup sering terjadi. Pasalnya selain orang dewasa, anak-anak juga kerap ikut serta dalam ritual mendebarkan ini.

Lari Banteng

Lari Banteng
Lari Banteng via suara.com

Banteng merupakan hewan yang tak terpisahkan dalam budaya Spanyol. Pasalnya dari negara inilah, kita mengenal ritual tradisi Matador. Dalam tradisi Matador, manusia yang dilengkapi dengan pedang dan kain merah akan bertarung melawan banteng.

Matador sendiri bukanlah satu-satunya tradisi khas Spanyol yang melibatkan banteng. Selain Matador, tradisi lain khas Spanyol yang juga melibatkan banteng adalah tradisi lari banteng atau "encierro".

Tradisi lari banteng biasanya digelar di kota Pamplona, Spanyol, setiap bulan Juli. Tradisi ini bisa dibilang lebih berbahaya dibandingkan matador. Pasalnya jika matador digelar di arena khusus yang tertutup, maka lari banteng digelar di jalanan umum yang sempit dan dipenuhi kerumunan orang.

Setiap kali atraksi lari banteng hendak digelar, jalanan yang hendak dijadikan arena berlari akan dipasangi pagar. Dengan begitu, turis dan warga sekitar bisa ikut menyaksikan tradisi ini dengan aman.

Saat atraksi dimulai, para peserta akan berkumpul di jalanan sambil memakai pakaian serba putih. Kawanan banteng kemudian akan dilepas ke jalanan. Para peserta selanjutnya harus berlari sambil menghindari amukan banteng. Tidak jarang ada peserta yang terluka akibat terjatuh atau bahkan terseruduk oleh banteng.

Takanakuy

Takanakuy
Takanakuy via americasquarterly.org

Pegunungan Andes adalah pegunungan terbesar di Amerika Selatan. Di pegunungan inilh, terdapat suku pribumi Quechua yang di masa lampau pernah mendirikan Kerajaan Inka yang megah.

Suku Quechua juga memiliki tradisi unik sekaligus menyakitkan yang bernama takanakuy. Tradisi ini dilakukan setiap tanggal 25 Desember oleh penduduk di dekat kota Cuzco, Peru.

Dalam tradisi ini, mula-mula para peserta akan berpesta dan makan bersama. Namun sesudah itu, para peserta akan berkelahi dengan cara saling menampar.

Saat pertarungan berlangsung, massa yang ada di sekitar juga ikut bersorak untuk memberikan semangat. Jika pertarungan sudah selesai, para peserta akan bersalaman atau berpelukan satu sama lain.

Takanakuy dilakukan sebagai cara yang dilakukan oleh seseorang untuk melampiaskan kekesalan kepada lawannya. Jika para peserta sudah selesai bertarung, para peserta diharapkan sudah tidak menyimpan rasa dendam lagi dan kemudian bisa hidup rukun ke depannya.

Tidak jarang ada yang merasa kesakitan sesudah aksi saling tampar ini. Untuk meringankan rasa sakit yang mereka derita, para peserta akan meminum minuman keras.

Pasola

Pasola
Pasola via idntimes.com

Nusa Tenggara adalah gugus kepulauan kecil yang terletak di Indonesia bagian tenggara. Dari kepulauan inilah, terdapat hewan komodo yang terkenal sebagai kadal terbesar di dunia.

Nusa Tenggara juga terkenal sebagai tempat asal dari peranakan kuda khas Indonesia, misalnya kuda Sumbawa. Karena hal itu pulalah, di Nusa Tenggara ada tradisi khusus yang menggunakan kuda.

Pasola adalah nama dari tradisi bertema kuda yang dimaksud di sini. Tradisi ini berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pasola digelar setiap bulan Februari atau Maret untuk menghomati Marapu, arwah leluhur yang diyakini membawa kehidupan dan kesejahteraan bagi penduduk setempat.

Tradisi pasola bakal mengingatkan kita akan peperangan antar pasukan berkuda seperti yang terjadi di film-film. Pasalnya memang seperti itulah apa yang terjadi dalam pasola secara garis besar.

Para peserta pasola akan menunggangi kuda sambil membawa tongkat panjang menyerupai lembing. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok yang saling berhadapan.

Saat acara sudah dimulai, para peserta akan mencoba menjatuhkan peserta lawannya dari kuda dengan memakai lembing. Karena karakteristik pasola inilah, cedera merupakan hal yang lumrah dialami oleh para peserta.

Meskipun nampak berbahaya, nyatanya pasola masih dipraktikkan oleh penduduk setempat hingga sekarang. Pasalnya selain untuk menghormati roh leluhur, warga setempat juga percaya bahwa pasola bisa membantu menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan hasil panen yang melimpah.

Penyaliban

Penyaliban
Penyaliban via kompas.com

Filipina adalah negara kepulauan yang letaknya berada di sebelah utara Indonesia. Tidak seperti Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam, sebagian besar penduduk Filipina adalah penganut agama Kristen.

Karena sebab itulah, setiap kali perayaan Paskah tiba, penduduk Filipina bakal merayakannya secara serius. Tidak tanggung-tanggung, mereka sampai membiarkan dirinya sendiri disalib supaya bisa ikut menghayati penderitaan Yesus ketika disalib oleh orang Romawi.

Dalam ritual menyerupai penyaliban ini, peserta akan memanggul kayu salib yang berat sampai berkeliling. Sesudah itu, ia akan membiarkan dirinya sendiri dipecut dan diikat pada kayu salib oleh peserta yang lain.

Jika itu masih belum cukup membuat anda ternganga, peserta juga akan membiarkan tangannya dipaku pada kayu salib. Kayu salib yang kini sudah terikat dan terpaku pada badan peserta kemudian akan ditempatkan dalam posisi tegak selama beberapa menit.

Praktik meniru penyaliban diyakini sudah dilakukan oleh penduduk Filipina sejak tahun 1950-an. Pejabat Katolik Filipina sebenarnya tidak mendukung praktik ini karena memiliki resiko yang tinggi. Namun nyatanya, praktik ini masih dilakukan setiap tahunnya di Filipina karena para peserta meyakini bahwa cara ini bisa membantu mereka menghayati penderitaan Yesus.


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Thimithi
https://en.wikipedia.org/wiki/Running_of_the_bulls
https://en.wikipedia.org/wiki/Takanakuy
https://intisari.grid.id/amp/033768832/inilah-pasola-festival-adu-tombak-tradisi-unik-suku-sumba?page=all
https://edition.cnn.com/2019/04/19/asia/philippines-crucifixion-practice-33rd-year-trnd/index.html

Rabu, 24 September 2025

Petunjuk Rahasia : Ritual Kekayaan Tujuh Purnama

Duniataboo - Petunjuk ini diwariskan oleh Kakek Buyut Penjaga Gerbang Timur, yang dipercaya telah menguasai Seni Penarikan Rizqi (Rezeki) dari Dimensi Astral. Lakukan dengan penuh keyakinan, namun ingatlah bahwa setiap kekuatan besar selalu menuntut pengorbanan tersembunyi.



Persiapan Awal: Menemukan Sang Media

Anda harus memiliki sebuah media yang murni, yang akan menjadi jembatan antara dunia Anda dan sumber kekayaan tak kasat mata.

  1. Cari Batuan Sungai Tujuh Warna: Temukan batu alam seukuran genggaman tangan di pertemuan tujuh mata air, atau di bagian hulu sungai yang mengalir melewati tujuh bukit. Batu ini harus memiliki warna yang bervariasi (tidak harus tujuh warna yang jelas, namun terlihat ada gradasi warna gelap dan terang).

  2. Pemurnian: Rendam batu tersebut dalam air yang telah dicampur dengan Garam Gunung Hitam selama tujuh hari tujuh malam. Angkat batu hanya saat malam Bulan Mati dan jemur di bawah sinar rembulan saat Bulan Purnama.

  3. Pelabuhan Jiwa: Ukir simbol "Mata Uang Tanpa Batas" (sebuah lingkaran sempurna tanpa celah) pada permukaan batu tersebut menggunakan ujung kuku Anda yang sudah dipanjangkan seminggu penuh.


Ritual Puncak: Malam Purnama Emas

Ritual ini hanya bisa dilakukan pada malam Purnama Penuh (Bulan Paling Terang). Ulangi selama tiga malam berturut-turut.

Lokasi

Pilih lokasi yang tenang, idealnya di bawah pohon beringin tua atau di tengah ladang terbuka yang jauh dari cahaya buatan.

Persembahan (Sesajen)

Siapkan persembahan berikut, diletakkan di atas kain sutra berwarna hitam:

  1. 7 Keping Uang Logam Kuno: Harus mata uang dari tahun yang ganjil.

  2. Bunga Kantil Tujuh Tangkai: Melambangkan keinginan yang tinggi.

  3. Kopi Pahit Tanpa Gula: Melambangkan pengorbanan.

  4. Asap Dupa Mayang Sari: Bakar dupa ini hingga habis selama ritual berlangsung.

Langkah-Langkah

  1. Penyelarasan Energi (Jam 00.00 Tepat): Duduk bersila menghadap utara, pegang Batuan Sungai Tujuh Warna di kedua telapak tangan Anda. Pejamkan mata dan bayangkan diri Anda berada di tempat yang penuh dengan emas dan permata.

  2. Pembacaan Mantra Kunci: Ucapkan mantra ini sebanyak 77 kali (jangan sampai terputus atau salah):

    "Wahai Penjaga Tujuh Lapisan, Sumber Rizqi Tanpa Batas. Dengarlah pinta hati, bukakan tirai kekayaan. Tukar kegelapan dengan cahaya, tukar ketiadaan dengan kemakmuran. Jadilah!

  3. Penyerahan: Setelah selesai, letakkan batu di tengah persembahan. Biarkan hingga fajar menyingsing.

  4. Menyimpan Kunci: Ambil kembali Batuan Sungai Anda. Simpan batu ini di dompet atau brankas Anda. Jangan pernah biarkan orang lain menyentuhnya.


Kode Tersembunyi: Harga Yang Harus Dibayar



Ingatlah, setiap kekayaan yang ditarik dari dimensi ini memiliki harga tersembunyi. Kekayaan yang Anda peroleh bukanlah milik Anda sepenuhnya.

  • Aturan Angka 7: Setiap Anda menerima uang dalam jumlah besar, Anda harus menyedekahkan atau membantu tujuh orang yang benar-benar membutuhkan, tanpa mereka sadari bahwa Anda adalah donaturnya.

  • Pantangan Cahaya: Media (Batuan Sungai Tujuh Warna) tidak boleh terkena cahaya lampu neon atau lampu pijar di malam hari. Ia hanya boleh melihat cahaya bulan, cahaya matahari, atau gelap total. Melanggar pantangan ini dapat menyebabkan kekayaan menghilang secepat kilat.

Peringatan Fiktif: Mengaktifkan jalur ini berarti mengikat janji dengan entitas yang tidak terlihat. Jika Anda gagal menaati pantangan atau tidak memenuhi "Harga Yang Harus Dibayar," Keseimbangan Hidup Anda (bukan uang Anda) yang akan menjadi taruhannya.

Rabu, 20 Agustus 2025

Alkitab Iblis Codex Gigas Manuskrip Abad Pertengahan


Codex gigas atau buku raksasa adalah sebuah manuskrip abad pertengahan dengan ukuran terbesar yang masih ada. Buku ini ditulis pada awal abad ke-13 di biara ordo benediktus di podlazice di Bohemia. Saat ini buku tersebut tersimpan di Swedish Royal Library di Stockholm. Dibutuhkan tenaga dua pustakawan untuk mengangkat buku tersebut. Buku ini sering juga disebut “alkitab iblis” karena adanya sebuah ilustrasi ukuran besar bergambar setan didalamnya.

Kodeks tersebut ditaruh disebuah tempat yang terbuat dari kayu, dilapisi dengan kulit dan dihias dengan logam. Tingginya 92 cm, lebarnya 50 cm dan memiliki tebal 22 cm. Pada mulanya, kodeks itu memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang. Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan biara ordo benediktus. Berat kodeks tersebut hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis kodeks ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi.Biara tempat kodeks ini dibuat dihancurkan pada abad ke-15. Catatan yang ada pada kodeks menunjukkan bahwa pembuatan kodeks tersebut adalah sekitar tahun 1229 M. Setelah penulisannya, kodeks ini kemudian dipindahkan ke Biara Cistercians Sedlec dan akhirnya dibeli oleh Biara benediktus di Byoevnov. Dari tahun 1477-1593, kodeks ini disimpan di perpustakaan di Broumov sampai akhirnya dibawa ke Praha pada tahun 1594 untuk menjadi bagian dari koleksi Rudolf II. Pada tanggal 24 September 2007, Codex gigas dibawa kembali ke Praha setelah 359 tahun.



Isi dari kodeks ini adalah “a sum of the Benedictine order’s knowledge”, “The War of the jews” tulisan Josephus, daftar para orang kudus, metode untuk menentukan tanggal perayaan paskah, seluruh alkitab bahasa latin pre-vulgate, Isidore of Seville’s encyclopedia Etymologiae, Cosmas of Prague’s Chronicle of Bohemia, berbagai macam traktat (dari sejarah, etimologi dan fisiologi), sebuah kalender dengan nekrologium, daftar nama para biarawan di biara Podlaice, formula-formula ajaib dan catatan-catatan lain.Seluruh isi kodeks ini ditulis dalam bahasa latin. Manuskrip ini juga dihiasi dengan warna-warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan emas. Seluruh huruf besar diberi warna yang mencolok. Yang luar biasa adalah keseluruhan isi kodeks ini ditulis dengan relevansi yang luar biasa antar halaman. Yang berarti bahwa buku ini ditulis oleh satu orang dengan pikiran yang berkesinambungan. Hal ini membuat banyak ahli percaya bahwa keseluruhan kodeks ini ditulis dalam waktu yang sangat singkat.

Artikel Lain di Dunia Taboo : 

Pada halaman 290, terdapat sebuah gambar Iblis dengan tinggi sekitar 50 cm. Beberapa halaman sebelum gambar ini ditulis pada lembaran kulit yang menghitam dan dibuat dengan karakter yang gelap, yangmembuatnya berbeda dengan keseluruhan isi kodeks.

 


Menurut Legenda, penulis kodeks itu adalah seorang biarawan yang melanggar aturan biara dan dihukum dengan diikat di dinding dalam posisi berdiri seumur hidup. Biarawan ini memohon ampunan dari penghukuman yang luar biasa kejam itu. Sebagai gantinya ia berjanji untuk membuat sebuah buku yang akan memuliakan biara dan pengetahuan umat manusia selamanya, dan ia berjanji menyelesaikannya hanya dalam satu malam. Menjelang tengah malam, biarawan itu menjadi ragu apakah ia dapat menyelesaikannya sendiri. Jadi ia menjual jiwanya kepada iblis demi sebuah pertolongan. Iblis kemudian menyelesaikan manuskrip tersebut. Sebagai penghormatan kepada iblis yang membantunya, biarawan itu menambahkan gambar iblis ke dalam kodeks tersebut. Walaupun adanya legenda yang melibatkan iblis, pada zaman inkuisisi, kodeks ini tetap disimpan oleh biara dan dipelajari oleh banyak cendikiawan sampai hari ini.

Sumber : https://www.anehdidunia.com/2012/03/alkitab-iblis-codex-gigas.html

Sabtu, 21 Oktober 2023

Bak Kisah Horor, 5 Alat Bedah Ini Pernah Tertinggal dalam Tubuh Pasien

Saat seseorang melakukan kegiatan memakai peralatan, kadang-kadang ada peralatan yang lupa dikembalikan ke tempat awalnya. Dalam banyak kasus, hal macam itu dianggap sebagai kesalahan sepele. Namun bagaimana jika kasusnya adalah alat bedah yang tertinggal dalam tubuh pasien? Berikut ini adalah 5 contoh kasus horor tersebut.

Sarung Tangan

sarung tangan
sarung tangan via kompas.com

Pada bulan April 2017, seorang wanita menjalani operasi di Marseille, Perancis, untuk menghentikan menstruasi berlebihan yang dialaminya. Saat menjalani operasi, tim dokter yang menangani wanita tersebut mengatakan bahwa selepas operasi, wanita yang bersangkutan tidak akan mengalami rasa sakit maupun pendarahan lagi.


Operasi tersebut berjalan tanpa kendala. Namun tidak lama setelah menjalani operasi, wanita tersebut merasakan sakit pada perutnya. Padahal ia menjalani operasi supaya ia tidak lagi sering-sering mengalami sakit pada perutnya.

Saking parahnya rasa sakit yang ia alami, wanita tersebut sampai mengalami masalah sulit tidur. Ia juga kerap merasakan perih saat buang air kecil.

Karena merasa tidak tahan lagi, wanita tersebut kemudian memeriksakan diri pada dokter. Dokter lantas memberikan obat penghilang rasa sakit pada pasiennya, namun nyatanya rasa sakit yang dialami oleh wanita tersebut masih belum mau pergi.

Sekitar 3 hari kemudian, rasa sakit yang dialami olehnya semakin menghebat. Hingga kemudian mendadak ada sarung tangan karet yang keluar dari kemaluannya. Ternyata ada sarung tangan yang tertinggal di dalam tubuhnya saat ia dulu menjalani operasi.

Keluarnya sarung tangan tersebut juga diikuti dengan pendarahan hebat. Supaya nyawanya bisa diselamatkan, wanita tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit. Saat kondisinya sudah mendingan, wanita tersebut kemudian melayangkan gugatan kepada dokter yang mengoperasinya dulu.

Jarum

jarum
jarum via painterest.com

John Burns Johnson adalah seorang pria berusia 73 tahun asal Tennesse, Amerika Serikat. Pada bulan Mei 2017, ia menjalani operasi jantung di Rumah Sakit TriStar Centennial. Operasi tersebut berjalan selama 9 jam.

Setelah selesai menjalani operasi, dokter bedah yang menangani John baru sadar kalau jarum bedah yang ia gunakan sudah tidak ada.

Belakangan diketahui kalau jarum tersebut ternyata tertinggal di dalam tubuh John. Keberadaan jarum tersebut berhasil diketahui setelah John menjalani pemeriksaan memakai sinar X.

Operasi kedua pun kemudian dilakukan untuk mengeluarkan jarum dari tubuh John. Namun saat operasi dilakukan, dokter tidak berhasil menemukan jarum yang tersembunyi dalam tubuh John.

Sesudah operasi, kondisi kesehatan John secara berangsur-angsur menurun. John akhirnya benar-benar meninggal dunia sebulan kemudian. Jarum yang berada dalam tubuh John baru berhasil ditemukan setelah mayatnya diautopsi.

Tanggapan dari pihak keluarga John sudah bisa diduga. Karena mereka menganggap kalau kematian John diakibatkan oleh keteledoran dokter yang membedah John, pihak keluarga John lantas melayangkan tuntutan hukum kepada pihak rumah sakit.

Di lain pihak, rumah sakit tempat John menjalani operasi menyatakan kalau pihaknya tidak akan menanggapi gugatan dari pihak keluarga John. Namun mereka menyatakan kalau pihaknya tetap merasa bersimpati dengan keluarga almarhum.

Pisau Bedah

pisau bedah
pisau bedah via kumparan.com

Glenford Turner adalah seorang pensiunan militer Amerika Serikat yang didiagnosis menderita kanker prostat. Untuk menghilangkan penyakit yang dideritanya, Glenford pun kemudian menjalani operasi pada tahun 2013.

Sesudah menjalani operasi, rasa sakit yang dialami oleh Glenford nyatanya tidak kunjung pergi hingga bertahun-tahun kemudian. Merasa tidak tahan lagi, Glenford memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter menemukan hal yang mencengangkan. Penyebab rasa sakit pada perut Glenford ternyata bukan berasal dari kanker, melainkan dari pisau bedah yang tertinggal di dalam tubuhnya. Foto sinar X menunjukkan ada pisau bedah kecil yang bersarang di perut bawahnya. Pembedahan pun dilakukan untuk mengeluarkan pisau tersebut. Beruntung bagi Glenford, operasi tersebut berjalan lancar dan pisau bedah tadi bisa dikeluarkan dari tubuh Glenford.

Glenford bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalami masalah pisau tertinggal di dalam tubuh. Victor Hutchison adalah seorang pria yang sempat menjalani operasi pada jantungnya. Seusai operasi, tim dokter kebingungan karena pisau bedah yang mereka gunakan tiba-tiba menghilang.

Tim dokter sempat memeriksa dada Victor memakai sinar X, namun hasilnya nihil. Mengira kalau pisau tersebut tidak tertinggal dalam tubuh Victor, Victor pun diperbolehkan pergi seusai operasi. Hingga beberapa bulan kemudian, Victor mengeluh merasakan sakit pada perutnya.

Victor awalnya diduga merasakan sakit akibat memiliki masalah pada empedunya. Namun saat bagian perut Victor diperiksa memakai sinar X, terungkaplah penyebab asli dari rasa sakitnya. Ada pisau bedah yang tersangkut di dalam rongga perut Victor.

Gunting Bedah

gunting bedah
gunting bedah via kompas.com

Saat kita masih kecil, kita pasti pernah diwanti-wanti oleh orang tua atau guru kita supaya berhati-hati saat memakai gunting. Kalau untuk kasus Pat Skinner, nasihat serupa bisa ditujukan kepada dokter bedah yang menanganinya.

Pat Skinner adalah wanita asal Australia yang berusia 69 tahun. Pada tahun 2001, ia menjalani operasi pada usus besarnya. Seusai operasi, Pat merasakan sakit pada perutnya. Dokter menyatakan kalau rasa sakit tersebut adalah efek samping dari operasinya dan tidak berbahaya.

Namun Pat tidak percaya begitu saja. Pasalnya rasa sakitnya berbeda dengan rasa sakit yang diberitahukan oleh dokter. Karena merasa penasaran, Pat pun memutuskan untuk memeriksakan diri kepada dokter.

Pat lantas menjalani pemeriksaan memakai sinar X. Saat foto hasil pemotretannya diperiksa, terungkaplah penyebab asli rasa sakit yang dialami oleh Pat. Ada gunting sepanjang 18 cm yang tertinggal di dekat tulang ekor Pat.

Gunting tersebut sudah tersangkut begitu lama di dalam tubuh Pat. Sebagai akibatnya, gunting tersebut mulai ditutupi oleh jaringan dari tubuh Pat. Supaya gunting tersebut bisa diangkat tanpa menimbulkan pendarahan berlebihan, dokter terpaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan gunting Pat sambil menghilangkan sebagian isi perut Pat.

Segala Macam Peralatan Bedah

segala macam peralatan bedah
segala macam peralatan bedah via republika.co.id

Kasus-kasus yang sudah dibahas di sini sejauh ini baru sebatas menampilkan peristiwa tertinggalnya 1 buah benda di dalam tubuh seseorang. Namun bagaimana jika benda yang tertinggal bukan hanya 1, melainkan banyak?

Dirk Schroeder adalah orang yang pernah memiliki pengalaman tak menyenangkan tersebut. Pada tahun 2009, ia menjalani operasi yang pada awalnya diyakini hanya akan menimbulkan sedikit efek samping.

Apa yang dialami oleh Dirk sesudah operasi sayangnya berbanding terbalik. Sesudai operasi, Dirk kerap merasakan sakit, kelelahan, dan rasa tidak nyaman. Namun pada awalnya dokter menduga kalau hal-hal tersebut hanyalah efek samping dari operasi yang bakal berkurang dengan sendirinya.

Keyakinan tersebut seketika berubah saat suster yang ditugaskan menangani Dirk di kediamannya melihat ada benda yang keluar dari bekas jahitan di tubuh Dirk. Saat tubuh Dirk diperiksa, terungkaplah pemandangan yang bakal mengingatkan anda akan film-fil, horor.

Di dalam tubuh Dirk, ternyata ada 16 benda berbeda yang tersembunyi di dalam tubuhnya. Benda-benda tersebut di antaranya adalah kain pembersih, perban, kompres, jarum, hingga masker bedah.

Karena benda-benda yang ada dalam tubuh Dirk berjumlah banyak, Dirk pun terpaksa menjalani operasi sebanyak 2 kali untuk mengeluarkan semua benda tadi. Sebagian di antara benda tersebut dikeluarkan dalam kondisi sudah tidak lagi utuh.

Sumber :
https://listverse.com/2018/11/22/10-troubling-items-left-in-patients-after-surgery/
https://www.ibtimes.com/woman-sues-doctor-who-left-rubber-glove-inside-her-during-surgery-2645041
https://newschannel9.com/news/nation-world/lawsuit-surgeon-left-needle-inside-patient-who-died-weeks-later
https://www.anehdidunia.com/